Pengertian

Lembaga Kesejahteraan Sosial Disabilitas Fisik &Mental ini adalah wadah koordinasi, pusat informasi dan pemberian layanan yang berorientasi kepada pengembangan kemandirian dan pemberdayaan penyandang disabilitas,keluarga dan masyarakat untuk melakukan aktivitas bersama-sama dalam satu tempat yang mudah dijangkau ditengah masyarakat dengan membangun jaringan kerja,kemitraan dan rujukan serta penggunaan sumber-sumber yang ada di masyarakat.

Maksud & Tujuan

Maksud

Pengembangan wadah koordinasi, pusat informasi dan layanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas dimasyarakat.

Tujuan

  1. Tersedianya wadah layanan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas dimasyarakat
  2. Terwujudnya partisipasi aktif penyandang disabilitas, keluarga dan masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi sosial
  3. Terlatihnya kader dimasyarakat dalam rehabilitasi sosial penyandang disabilitas secara berkesinambungan
  4. Terwujudnya kesinambungan pelayanan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas dimasyarakat
  5. Terwujudnya forum komunikasi penyandang disabilitas,keluarga dan masyarakat
  6. Terwujudnya kemitraan terpadu dalam layanan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas

Sasaran

Sasaran kegiatan LKS Disabilitas Fisik dan Mental ini adalah :

  • Penyandang Disabilitas Dengan Kriteria Sebagai Berikut :
  1. Disabilitas Fisik
  2. Disabilitas Mental
  3. Disabilitas Intelektual
  4. Disabilitas Sensorik
  • Keluarga penyandang Disabilitas
  • masyaraikat

 

Visi

Lembaga Kesejahteraan Sosial Disabilitas Fisik &Mental mewujudkan kesejahteraan hidup difabel dalam inklusifitas masyarakat

Misi

  1. Melayani seluruh difabel tanpa memandang suku, ras, agama, antar golongan dan fisik
  2. Memberikan informasi yang spesifik melalui tekhnologi dan motivasi agar bermanfaat bagi seluruh difabel
  3. Mendobrak budaya yang ada di Indonesia agar menghargai difabel sebagai manusia yang setara
  4. Mendukung kemandirian para difabel dari segala segi dengan informasi dan tekhnologi.

Legalitis/Ijin Operasional

Nomor 460/1402/PSFM/Dinsos/XII/2019 Tanggal 21 November 2019

Struktur Organisasi :

Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS Disabilitas Fisik & Mental) Mandar Indonesia dikelola dibawah naungan Yayasan Mandar Indonesia SK Nomor  2/SK.YMI/X/2019, Tanggal 08 Oktober 2019.

Pembina dan Pengawas :           

  • Kamaluddin Palinrungi,S.Kep.,Ns.,M.Kep
  • Eka Keswara Putra,S.Kep
  • Hamka,S.Kep.,Ns
  • Yahya,S.Pd.I,.M.Si
  • Herlina Mando,SH

 

Kepengurusan :

Ketua                              : Nurbadriani Amahoru,S.Kep.,Ns

Sekretaris                        : Syamsidar,S.Kep.,Ns.,M.Kes

 

Seksi – Seksi       :

Komunikasi Informasi & Komunikasi          : Nur Lady Sia

Seksi Rehabilitasi Sosial                          : Irma Ayunita

Seksi Advokasi Sosial                              : Febriannisa

 

Program Pelaksanaan:

Bentuk Kegiatan

Bentuk kegiatannya yakni berbentuk Pos Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas antara lain :

Komunikasi, Informasi, edukasi

Kegiatan yang ditujukan untuk memberikan informasi, sosialisasi, konsultasi terkait program dan pelayanan pos rehabilitasi sosial penyandang disabilitas di masyarakat. Aktifitasnya dapat berupa pembelajaran melalui penyuluhan kepada masyarakat terkait permasalahan penyandang disabilitas (data, jenis disabilitas, kebutuhan, hak penyandang disabilitas dan lain-lain).

Rehabilitasi Sosial

Kegiatan yang berorientasi pada upaya pemulihan atau pengembangan fungsi sosial penyandang disabilitas, terdiri dari beberapa layanan yang dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas di masyarakat. Kegiatan tersebut dapat meliputi layanan: bimbingan dan keterampilan kehidupan sehari-hari, bimbingan keagamaan, bimbingan psikososial, perawatan dan pengasuhan, bimbingan keterampilan pengembangan kemandirian dan produktifitas, pelatihan vokasional dan kewirausahaan, pertemuan keluarga dan masyarakat serta kegiatan rujukan.

Advokasi Sosial

Kegiatan ini meliputi kegiatan advokasi, koordinasi dan kemitraan dengan stakeholders untuk mendukung proses layanan bagi penyandang disabilitas serta kegiatan pendampingan dan fasilitasi penyandang disabilitas dalam proses pemenuhan hak-haknya

Bentuk kegiatan Pos Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Dimasyarakat dapat dilihat pada bagan Berikut :

Bagan 1. Bentuk Kegiatan Pos Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Di Masyarakat
Bagan 1. Bentuk Kegiatan Pos Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Di Masyarakat

 

Mekanisme dan Tahapan Kegiatan

Persiapan

  • Identifikasi Sumber
  • Rapat Koordinasi
  • Pemantapan petugas/pendamping
  • Penyiapan Dukungan Operasional

Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan Pos Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas di Masyarakat ini bukan merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan secara bertahap, akan tetapi dapat dipillih sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Kegiatannya me-liputi :

  • Sosialisasi dan Pendataan
  • Pendataan
  • Penyampaian informasi (komunikasi, informasi dan edukasi)
  • Penjangkauan

Layanan respon terhadap kasus-kasus penyandang disabilitas dalam bentuk deteksi dini dan intervensi dini pada kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera.

Asesmen

Kegiatan untuk mengetahui masalah dan kebutuhan penyandang disabilitas, serta rencana layanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan, minat dan bakat penyandang disabilitas. Asesmen dilakukan dengan menggunakan berbagai alat instrumen asesmen, mi-salnya instrumen asesmen untuk penyandang disabilitas, untuk keluarga, laporan perkembangan, kartu rehabilitasi, dan penggunaan alat asesmen lainnya untuk mendapatkan data masalah dan kebutuhan. Hasil asesmen menjadi dasar pilihan layanan yang dapat dilakukan terhadap penyandang disabilitas

Rehabilitasi Sosial

Rehabilitasi Sosial yang diberikan kepada penyandang disabilitas disesuaikan dengan hasil asesmen. Hasil asesmen perlu dikomunikasikan kepada penyandang disabilitas dan keluarganya, sehingga pilihan layanan adalah hasil kesepakatan antara pendamping dan penyandang disabilitas serta keluarganya. Pilihan layanan rehabilitasi yang dapat diberikan antara lain :

Bimbingan keterampilan kehidupan sehari-hari/ okupasi

  • Bimbingan pemeliharaan kesehatan dan ketahanan fisik (mengembalikan fungsi fisik, meningkatkan ruang gerak sendi, kekuatan otot dan koordinasi gerakan).
  • Bimbingan aktifitas kehidupan sehari-hari seperti makan, berpakaian, belajar manggunakan fasilitas umum dengan maupun tanpa alat bantu, kebersihan diri, dll.
  • Bimbingan keterampilan mempertahankan kehidupannya di masyarakat secara wajar (keterampilan sosial akademis, keterampilan manajemen ekonomi, keterampilan dalam memahami aturan/kaidah/norma dan keterampilan komunikasi di masyarakat).
  • Bimbingan keterampilan hubungan antar pribadi (berteman, berkomunikasi, rasa tanggung jawab terhadap pribadi maupun masyarakat).
  • Bimbingan keterampilan yang berhubungan dengan pekerjaan (kemandirian bekerja, mengikuti aturan dan tata tertib, kemampuan mengambil keputusan, kemampuan memelihara alat kerja dan dapat menerima kritikan).

Bimbingan mental keagamaan

Bimbingan psikososial, terdiri dari kegiatan:

Kegiatan yang dapat dilaksanakan di Pos Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas di Masyarakat adalah bimbingan psikososial dasar, sedangkan untuk bimbingan psikososial lanjutan dapat dirujuk pada professional. Beberapa bimbingan psikososial dasar diantaranya berupa; menerima keluhan/ konseling dasar, relaksasi, teknik motivasi/ support, dll. Bimbingan psikososial yang dapat dilakukan melalui beberapa cara antara lain :

Terapi Individu

Merupakan terapi yang memungkinkan penyandang disabilitas memiliki rasa aman dan nyaman, atau situasi yang sangat kondusif untuk dapat melihat diri mereka dan penerimaan terhadap diri mereka dengan cara-cara yang baru

Terapi Keluarga

Merupakan terapi terhadap keluarga sebagai sebuah sistem, sehingga keluarga menjadi sumber dukungan bagi penyandang disabilitas.

Terapi Kelompok

Merupakan terapi dengan mengarahkan ke-lompok untuk membantu penyandang disabilitas menemukan rasa aman, identitas, penerimaan teman sebaya, dan membantunya keluar dari masalah yang dialami.

Terapi Komunitas

Merupakan terapi terhadap komunitas/ masyarakat, agar komunitas/masyarakat dapat memberikan penerimaan, dukungan, kepedulian dan menghilangkan stigma. Kegiatan dapat dilakukan melalui penyuluhan dan sosialisasi terhadap komunitas/masyarakat.

Bimbingan keterampilan pengembangan kemandirian dan produktivitas

Bimbingan untuk meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas melalui penguasaan kemampuan keterampilan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat dan bakat, sehingga penyandang disabilitas dapat meningkat produktifasnya.

Advokasi koordinasi serta kemitraan

Melakukan advokasi, koordinasi dan kemitraan dengan stakeholders untuk mendukung proses layanan pada Pos Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas di Masyarakat. Misalnya advokasi hukum agar penyandang disabilitas dapat terpenuhi hak-haknya. Membangun koordinasi dan kemitraan dengan dinas-dinas/ SKPD terkait, perusahaan atau dunia usaha dan dengan pihak-pihak lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan

Pertemuan keluarga dan Masyarakat

Merupakan forum yang anggotanya terdiri dari para keluarga penyandang disabilitas, dan anggota masyarakat lainnya. Melalui forum ini para keluarga dapat berbagi pengalaman, belajar dari orang lain, mendapatkan dukungan dan solusi berkaitan dengan pemecahan masalah yang dihadapi

Kewirausahaan dan bantuan

Memfasilitasi penyandang disabilitas yang sudah diberikan layanan di Pos Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas di Masyarakat dalam memperoleh bantuan sosial bagi peningkatan usaha

  1. Tindakan yang dilakukan dalam kaitan menghubungkan penyandang disabilitas dengan layanan lainnya yang sesuai kebutuhan. Misalnya merujuk kepada layanan kesehatan apabila penyandang disabilitas memerlukan pengobatan/perawatan. Merujuk kepada layanan pendidikan, apabila penyandang disabilitas membutuhkan pendidikan formal maupun non formal. Merujuk kepada professional apabila penyandang disabilitas membutuhkan bimbingan psikososial lainjutan atau rehabilitasi sosial lanjutan.
  2. Kegiatan yang dilakukan melalui pemberian bantuan sosial bagi peningkatan fungsi sosial penyandang disabilitas, dan dapat diajukan melalui proposal disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas
  3. Tahap pengakhiran berisi kegiatan evaluasi dan terminasi. Kegiatan evaluasi untuk melihat bagaimana perkembangan atau perubahan penyandang disabilitas setelah mengikuti kegiatan. Terminasi dapat dilakukan apabila penyandang disabilitas tidak membutuhkan lagi layanan di Pos Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas di Masyarakat, dapat diartikan sebagai pengakhiran pelayanan agar Penyandang Disabilitas tidak mengalami ketergantungan, namun demikian untuk aktivitas pengisian waktu luang penyandang disabilitas dapat terus aktif bersama penyandang disabilitas lainnya mengikuti kegiatan yang ada, sehingga secara program Pos Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas di Masyarakat ini masih tersedia secara berkelanjutan Tahap pengakhiran juga berkaitan dengan kegiatan untuk memeriksa semua catatan kasus (laporan proses kegiatan) yang telah dibuat untuk masing-masing pelayanan terhadap penyandang disabilitas

 

Data Disabilitas Jangkauan 

Dokumentasi Kegiatan

NoKegiatanWaktuPublikasi
 

1

Home Visit/KPTP28 April 20191.    https://paceko.com/2019/04/dosen-bersama-bem-akper-yppp-lakukan-pendampingan-warga-dipasung/
2Bebas Pasung04 Mei 20192.    https://m.detik.com/news/berita/d-4536083/wanita-di-polewali-akhirnya-dirawat-di-rs-jiwa-usai-20-tahun-dipasung

3.    https://paceko.com/2019/05/haru-wanita-tapango-di-bebaskasn-setelah-20-tahun-hidup-dirantai/

3Home Care/KPTP Disabilitas Mental13 Juni 20194.    https://paceko.com/2019/06/lks-polman-soroti-banyaknya-odgj-yang-belum-tertangani-pemerintah/
4Home Care/KPTP Disabilitas Mental09 November 20195.    https://paceko.com/2019/11/kolaborasi-lintas-sektor-ymi-bantu-penderita-odgj-di-polman/
5Home Visit /KPTP30 November 20196.    https://m.youtube.com/watch?feature=share&v=reTGh7I_JmU
6Home Visit /KPTP1 Desember 20197.    https://m.youtube.com/watch?feature=share&v=nFI-9wqbH1M
7Bebas Pasung16 Desember 20208.    https://m.detik.com/20detik/detikflash/20191216-191216085/-seorang-pria-dievakuasi-dari-pemasungan

9.    https://www.indonesianpoint.com/2019/12/pelepasan-pasung-odgj-fokus-yayasan.html?m=1