Pengertian

LKS KPN Mandar Indonesia adalah suatu Lembaga naungan Yayasan Mandar Indonesia yang bergerak di bidang penanggulangan masalah penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).

Lembaga ini dibentuk atas dasar keprihatinan dan kepedulian terhadap suatu kondisi yaitu semakin meningkatnya jumlah korban penyalahgunaan NAPZA di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. NAPZA dan dampaknya, telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan dan masa depan individu, keluarga, dan masyarakat.

Penanggulangan masalah penyalahgunaan NAPZA saat ini bukan saja menjadi tanggungjawab pemerintah, melainkan juga segenap lapisan masyarakat. LKS KPN Mandar Indonesia berusaha untuk ikut ambil bagian dengan cara memulihkan para korban penyalahguna NAPZA melalui Panti Rehabilitasi serta mencegah meluasnya penyalahgunaan NAPZA dengan cara memberikan sosialisasi kepada masyarakat

Visi

Dijiwai oleh semangat memberdayakan, dan ikut serta mewujudkan masyarakat yang sehat secara fisikmental, dan sosialterbebas dari ketergantungan NAPZA, dan hidup sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya.

Misi

  • Menyelenggarakan Program treatment bagi para korban penyalahgunaan NAPZA melalui sebuah Panti Rehabilitasi Sosialdengan metoda Therapeutic Community.
  • Melakukan Program Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA melalui suatu Pendidikan Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA  atau Drugs Prevention Education (DPE) bagi segenap lapisan masyarakat.
  • Legalitis/Ijin Operasional

Ijin Operasional Dari Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar Nomor 460/1533/PSFM/Dinsos/XII/2019 Tanggal 16 Desember 2019

Struktur Organisasi :

Lembaga Kesejahteraan Sosial Korban Penyalahgunaan Napza (LKS KPN) Mandar Indonesia dikelola dibawah naungan Yayasan Mandar Indonesia SK Nomor  3/SK.YMI/XII/2019, Tanggal 02 November 2019.

Pembina dan Pengawas :           

  • Eka Keswara Putra,S.Kep
  • Rahmatullah Darmawan,S.Kep.,Ns
  • Yahya,S.Pd.I,.M.Si
  • Herlina Mando,SH

Pengurus Harian :

Ketua                              : Nurul Aeni,S.Kep

Sekretaris                        : Syamsidar,S.Kep.,Ns.,M.Kes

Seksi – Seksi       :

Komunikasi Informasi & Komunikasi          :

Seksi Rehabilitasi Sosial                          :

Seksi Advokasi Sosial                              :

Konselor Program                                     :

Pembina Kerohanian                                 :

Psikiater/Kejiwaan                                    :

 

Services/Pelayanan

Bentuk-bentuk pelayanan yang akan dilakukan  oleh LKS KPN Mandar Indonesia adalah :

Menyelenggarakan Pusat Rehabilitasi  NAPZA

LKS KPN Mandar Indonesia berlokasi di Jl. Kesadaran Kelurahan Sidodadi Kecamatan Wonomulyo. Metode treatment yang digunakan adalah   Therapeutic Community (TC). TC adalah suatu program treatment yang sangat efektif bagi para penderita ketergantungan NAPZA, yang bertujuan untuk mengembalikan mereka ke dalam masyarakat.

LKS KPN Mandar Indonesia menyelenggarakan Pusat Rehabilitasi Sosial bagi para korban penyalahgunaan NAPZA dengan  menggunakan metode Therapeutic Community (TC). TC adalah metode dan lingkungan yang terstruktur untuk merubah perilaku manusia dalam konteks komunitas yang hidup dan bertanggungjawab. (Richard Hayton, 1998). Melalui komunitas terapi ini diharapkan seseorang dapat membangun gaya hidup baru dengan merubah pola perilakunya, dan kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.

(Program Masih Direncanakan )

Konsultasi bagi korban penyalahguna NAPZA

LKS KPN Mandar Indonesia menerima konsultasi bagi para korban penyalahgunaan NAPZA baik bagi si Penderita, keluarga, atau masyarakat yang terkena dampaknya. Tujuan yang ingin dicapai adalah memberi informasi kepada klien mengenai cara penanggulangan penyalahgunaan NAPZA, memberi motivasi kepada para klien untuk menjalankan terapi pemulihan.

LKS KPN Mandar Indonesia menerima konsultasi baik bagi penderita kecanduan, keluarganya, atau anggota masyarakat lainnya. Konsultasi ini dilakukan untuk  :

  • Memberi informasi mengenai cara-cara penanggulangan masalah penyalahgunaan NAPZA.
  • Memberi dukungan dan motivasi kepada para klien untuk menjalankan terapi, sementara keluarganya dapat menjadi pendamping pemulihan yang baik.
  • Memberi saran atau rujukan ke lembaga-lembaga yang sesuai dengan kondisi korban.

(Program Masih Direncanakan )

 

Pengobatan detoksifikasi korban NAPZA

Pengobatan detoksifikasi bagi korban penyalahguna NAPZA bekerja sama dengan Rumah Sakit………………….., serta Rumah sakit lainnya. Detoksifikasi merupakan sebuah proses pengobatan yang ditujukan untuk menghilangkan NAPZA dari tubuh penderita dan mengatasi gejala-gejala putus obat yang menyertainya.

Detoksifikasi adalah proses pengobatan yang ditujukan untuk menghilangkan NAPZA dari tubuh penderita dan mengatasi gejala-gejala putus obat yang menyertainya. LKS KPN Mandar Indonesia  juga menjalin kerjasama dengan RS. ,,,,,,,,,,,,,,,,,, RS. ……………. serta rumah sakit lainnya

(Program Masih Direncanakan )

 

Penyuluhan NAPZA dan penanggulangan bagi masyarakat.

Preventif Drug Education (PDE) adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh LKS KPN Mandar Indonesia yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan NAPZA. Kegiatan ini meliputi penyuluhan, seminar, diskusi interaktif atau talk show bekerjasama dengan berbagai institusi pendidikan serta lembaga kemasyarakatan lainnya. Penyuluhan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan NAPZA. LKS KPN Mandar Indonesia melafkukan sosialisasi dampak penyalahgunaan NAPZA kepada masyarakat melalui suatu Pendidikan Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA atau Preventif Drug Education (PDE). PDE dapat berbentuk ceramah, seminar, diskusi interaktif atau talk show untuk  berbagai kalangan seperti institusi pendidikan atau kelompok masyarakat lainnya. LKS KPN Mandar Indonesia juga mengajak segenap lapisan masyarakat untuk ikut serta meng-kampanyekan seruan “Anti Narkoba” baik melalui media cetak maupun media elektronik.

(Program Berjalan)

Family Support Group (FSG) dan Family Association (FA).

LKS KPN Mandar Indonesia menjadi fasilitator dalam kegiatan Family Support Group (FSG) dan Family Association (FA) yang beranggotakan keluarga para korban NAPZA serta anggota masyarakat lainnya. Tujuan FSG dan FA adalah mendorong peran aktif anggota keluarga dalam proses pemulihan korban penyalahgunaan NAPZA.

Family Support Group (FSG) dan Family Association (FA) adalah kelompok yang beranggotakan keluarga para korban penyalahgunaan NAPZA. Tujuan FSG dan FA adalah mendorong peran aktif anggota keluarga terutama dalam proses pemulihan korban penyalahgunaan NAPZA. LKS KPN Mandar Indonesia memfasilitasi kelompok ini setiap bulan, untuk bertemu dan berdiskusi seputar masalah NAPZA. Diskusi ini juga terbuka bagi siapa saja yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh persoalan NAPZA dan cara penanggulangannya.

(Program Masih Direncanakan )

Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL)

LKS KPN Mandar Indonesia adalah salah satu lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah menjadi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) sesuai dengan PP No. 25 th.2011. Dengan melaporkan dirinya seorang pecandu akan berhak mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Sesuai amanat UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, serta PP No. 25 tahun 2011 menyebutkan bahwa seorang Pecandu Narkotika atau keluarganya diwajibkan untuk melaporkan diri kepada Institusi yang telah ditunjuk oleh Pemerintah.

LKS KPN Mandar Indonesia adalah salah satu lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), berdasarkan SK Kemensos RI No. 38/HUK/2013, dengan melaporkan dirinya seorang pecandu akan berhak mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

 (Program Masih Direncanakan )

Program Preventive

Program Pencegahan (Preventive) di LKS KPN Mandar Indonesia dilakukan dengan memberikan Pendidikan Pencegahan Penyalahgunaan Napza (Preventive Drug Education) bagi masyarakat luas. Program Preventive Drug Education (PDE) ini bertujuan untuk mencegah meluasnya persoalan NAPZA di Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda sehingga akan terbentuk suatu generasi yang sehat, bertanggungjawab, dan terbebas dari NAPZA.

(Berjalan)